Pemasaran Internal (1)
Nov
30
Apakah pemasaran internal (internal marketing) untuk perusahaan kecil itu juga perlu? Tentu saja iya. Karyawan anda, semuanya, mulai dari satpam, office boy, penjaga toko, kasir, hingga akunting dan finance anda, perlu mengetahui tujuan bisnis usaha tempat mereka bekerja. Mereka juga perlu kita bekali pemahaman tentang 'posisi' apa atau bagaimana yg anda inginkan untuk usaha anda di benak para konsumen, 'diferensiasi' apa yg membedakan produk anda dgn produk2 yg lain, dan tentu saja, nilai-nilai yg ingin kita berikan kpd konsumen dan merek spt apa yg ingin kita bangun, dan lain sebagainya.
Semua orang dalam usaha kita sangatlah penting untuk memahami dan menerapkan pemahaman2 tersebut dalam setiap aktivitas kerjanya. Akan jauh lebih baik lagi bila mereka juga menghayati dan melakukannya dengan sepenuh hati. Sekecil apapun level usaha anda, menurut saya segitiga PDB pak @hermawank tetap valid untuk disosialisasikan ke seluruh karyawan.
Apa itu segitiga PDB? PDB di sini adalah akronim dari Positioning-Differentiation-Brand. Segitiga PDB adalah pondasi awal untuk seluruh aktivitas usaha anda. Penjelasan sederhananya, Positioning adalah tentang bagaimana anda ingin dikenal dan diingat di benak konsumen. Differentiation adalah keunikan yang dimiliki oleh produk atau jasa anda dibandingkan dengan produk atau jasa pesaing. Yang terakhir, Brand adalah nama; ‘payung’ yang merepresentasikan produk atau layanan suatu organisasi. Pada masanya, seiring dengan peningkatan performa perusahaan anda, brand merupakan cerminan dari nilai yg anda berikan kepada pelanggan anda.
Ketiga elemen segitiga PDB tersebut sifatnya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Positioning harus didukung oleh diferensiasi yang jelas dan kuat. Brand atau merek pun harus dan hanya bisa dibangun oleh positioning yang konsisten.
Berikut ini saya kutip penjelasan yang lebih serius dari Bp @hermawank tentang hubungan segitiga PDB:
" Positioning yang didukung dengan diferensiasi yang kokoh akan menghasilkan brand integrity yang kuat.
Brand integrity yang kuat ini pada gilirannya akan menghasilkan brand image yang kuat.
Sehingga pada akhirnya, brand image yang kuat akan memperkuat positioning yang telah ditentukan sebelumnya..."
Brand integrity yang kuat ini pada gilirannya akan menghasilkan brand image yang kuat.
Sehingga pada akhirnya, brand image yang kuat akan memperkuat positioning yang telah ditentukan sebelumnya..."
Rumusnya bisa disederhanakan menjadi seperti ini:
| Positioning = Differentiation = Brand |
"Yep, semuanya harus "sama dengan"", itu kalimat yang sering saya ucapkan kepada rekan-rekan saya. Bila satu hal saja tidak sesuai dengan yang lainnya, proses pembentukan tujuan secara keseluruhan akan timpang. Hasilnya bisa melenceng dari tujuan pembangunan merek dan usaha secara keseluruhan.
Oleh karena itu, walaupun usaha kita levelnya masih kecil-menengah, kita juga perlu menerapkan konsep PDB ini ke internal perusahaan kita. Ya, pemasaran ke internal itu bukan monopoli milik perusahaan besar saja. Pemasaran internal sangat penting untuk level usaha apapun.
Contoh sederhananya seperti ini. Dari awal merintis usaha jasa persesewaan mobil di jogja, pertama yg saya lakukan adalah menjelaskan hal-hal tersebut di atas kepada para driver. Kenapa para driver yang saya dahulukan? Karena dalam bisnis ini, mereka adalah garda terdepan yg langsung berinteraksi lama dgn konsumen. Coba bayangkan, misalnya driver saya: (1) tidak melayani dengan ramah, (2) tidak paham jogja dan terutama tempat-tempat wisata yang penting di jogja, atau yg paling sepele (3) merokok di dalam mobil saat menunggu tamu. Positioning yg saya kejar untuk bisnis yang saya bangun bisa rusak seketika, bila driver tsb tdk memahami dan melanggar tujuan tersebut
Membangun merek anda ke internal itu porsinya sama penting dgn membangun merek anda ke eksternal (pasar). Bagi saya, stakeholder perusahaan yg pertama yg harus kita beri 'senyum' terlebih dahulu adalah karyawan kita sendiri. Kalau kita memberikan mereka 'senyuman', mereka akan 'tersenyum' jg kpd pelanggan. Nah,kalau karyawan kita sendiri tidak paham tentang positioning kita bagaimana, diferensiasi kita apa, dan seterusnya, apa konsumen kita akan lebih mengerti daripada mereka? :)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment